Tragedi Chapecoense - Tim Chapecoense

Tragedi Chapecoense – Tim Sepakbola asal Brasil

Tragedi Chapecoense – Kecelakaan Penerbangan Tim Sepakbola Asal Brasil

Tragedi Chapecoense – Amerika Selatan sedang berduka, setelah hampir semua pemain, tim manajer dan kontingen media dari Tim Chapecoense meninggal setelah pesawat yang ditumpangi mereka mengalami kecelakaan dan jatuh di Kolombia. Dimana hanya terdapat 6 orang yang selamat dari total 77 orang penumpang yaitu 3 pemain, 2 anggota kru Bolivia dan 1 jurnalis asal Brasil.

Tragedi Chapecoense
Tragedi Chapecoense

Sampai saat ini, belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat carteran tersebut, namun beberapa laporan yang belum dikonfirmasikan kembali menyebutkan terjadi kesalahan elektrik sementara beberapa orang lainnya memperkirakan ini disebabkan oleh bahan bakar yang kurang. Kedua alat rekaman penerbangan telah berhasil dipulihkan dan sedang diperiksa lebih lanjut.

Anggota kru Ximena Suarez, yang selamat dari kecelakaan tersebut mengatakan “Lampu padam dan saya tidak ingat apa-apa setelah itu”.

Kondisi Pendukung Tim Chapecoense

Puluhan ribu orang di Chapeco, Brasil telah berkumpul dan berdoa untuk korban dari kecelakaan pesawat, dimana sebagian besar korban merupakan anggota Tim Sepakbola Kota Chapeco. Pendukung dari tim Chapecoense berjalan dari pusat kota ke stadium dimana mereke berdoa dan bernyanyi. Penghormatan terakhir juga diadakan di Katedral kota Chapeco.

Pendukung tim Chapecoense di katedral
Pendukung tim Chapecoense di katedral

Sekitar 10.000 orang – termasuk anggota keluarga dari pemain – berkumpul di stadion kota Chapeco, Stadion Arena Coda pada Selasa malam waktu setempat, masih terkejut atas kehilangan yang mereka alami.

Pendukung tim Chapecoense di Stadion Arena Conda
Pendukung tim Chapecoense di Stadion Arena Conda

Para pendukung memakai baju warna klub Chapecoense yaitu Hijau dan Putih sambil menyanyikan nama-nama pemain dan berteriak “champions”. Para keluarga dari pemain-pemain saling berpelukan.

“Sangat sulit untuk bicara. Kami selalu datang ke pertandingan-pertandingan. Kami datang ke stadion dan duduk di tempat yang sama,” kata Daniel Marline, salah satu pendukung.
“Dan kami datang kesini hari ini, kami duduk di sini, tapi kami tahu akhir minggu ini, minggu depan, tim kesayangan kami tidak akan ada disini sama sekali di stadion ini. Ini sulit. Ini benar-benar sulit.”

Brasil telah memulai 3 hari berkabung resmi, sementara menit mengheningkan cipta diadakan di seluruh stadion sepak bola di seluruh dunia.

Pasca Kecelakaan Pesawat

Dokter-dokter Brasil telah terbang ke Kolombia untuk mengidentifikasi mayat-mayat, dan mengaturnya agar bisa dibawa pulang ke rumah. Hal ini akan bisa selesai dalam beberapa hari kedepan, disebabkan tidak terlalu banyak api pada tempat jatuhnya pesawat sehingga memudahkan identifikasi mayat dari 71 korban cukup mudah.

Judi Bola – Tim Chapecoense dijadwalkan untuk bermain di Final Copa Sudamericana melawan tim Atletico Nacional pada hari Rabu. Tim Atletico Nacional telah meminta para pendukung untuk datang ke stadion memakai baju putih sebagai tanda berkabung. Mereka juga telah mengusulkan untuk mengundurkan diri dari pertandingan sehingga tim Chapecoense akan diumumkan sebagai juara.

Sementara, tim-tim sepakbola divisi satu Brasil telah menawarkan untuk meminjamkan pemain-pemain mereka ke Chapecoense secara gratis selama musim 2017 dan meminta Liga Brasil untuk melindungi tim Chapecoense dari degradasi selama 3 tahun kedepan.

Pemain-pemain papan atas, dari bintang Barcelona Lionel Messi dan Neymar, hingga Wayne Rooney dari Manchester United juga telah mengucapkan berbela sungkawa terhadap para pemain dan korban yang tewas.

Walikota Chapeco dan anak laki-laki dari manajer termasuk dari 4 orang yang seharusnya ikut berangkat namun tidak ikut terbang. “Hanya Tuhan yang tahu mengapa saya akhirnya tinggal di belakang (tidak ikut terbang),” ujar Walikota Luciano Buligon kepada TV Globo Brasil.

Sejarah tim Chapecoense

Berasal dari kota kecil dengan jumlah penduduk kurang dari 200.000 jiwa, klub Chapecoense telah menjadi sebuah cerita kesuksesan yang tidak terduga, mencapai Seri A Liga Brasil pada tahun 2014 dan mengalahkan klub-klub yang lebih dulu tergabung.

Minggu lalu, klub ini menjadi tim Brasil pertama dalam 3 tahun terakhir yang berhasil mencapai Final Copa Sudamericana, kompetisi klub paling penting kedua se-Amerika Selatan, setelah mengalahkan klub dari Argentina, San Lorenzo.

Beberapa saat sebelum terbang di Sao Paulo, manajer Chapecoense, Cadu Gaoucho (36 tahun), muncul di sebuah video yang dipost di situs Facebook tim Chapecoense (dalam bahasa Portugis) menggambarkan perjalanan ke Medellin sebagai “moment paling penting klub Chapecoense”.

Salah satu pendiri klub, Alvadir Pelisser, mengungkapkan kepada BBC Brasil bahwa tragedi ini telah mengakhiri mimpi setiap orang. “Kami adalah keluarga, sayang terkejut,” dia menambahkan.

peta penerbangan
peta penerbangan

Daftar Judi Bola Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *